
Gara-gara cerita sama Bang Mamad sambil bakar sate, saya jadi punya informasi berikut ini.
Bang Mamad baru 5 bulan jualan disitu. Pindahan dari pinggir kali yang ternyata pas disebelah burjo langganan saya. Ia pindah gara-gara puting beliung memporakporandakan lapaknya. Tempat lamanya kalau hujan deras banget juga banjir. Ia memilih pindah, demi ketenteraman jiwa.
Daging kambing per kilo 145k di Pasar Bogor. Kalau ayam harga naik turun, sedangkan daging kambing kalau sudah naik harganya gamau turun lagi.
Bang Mamad belum pernah makan sate klathak, tapi sudah pernah nonton di Youtube. Saya mbayangin kalau Bang Mamad ini mau keluar dari kemaduraannya dan jualan sate klathak, yang saya belum nemu penjualnya di Bogor.
Sate kambing satu tusuk 2.500, sate ayam satu tusuk 2.000. Masing-masing sate adalah kombinasi daging-kulit/lemak-daging. Bisa bumbu kacang atau bumbu kecap, bebas pilih.
Jualannya di seberang Lapangan Kresna, mampirin kalau pas sore/malam di Bogor ya. Parkirnya di depan pintu pager orang, katanya sih sudah izin jadi insyaallah aman aja.
Saya sudah sering liat Bang Mamad dulu saat beli burjo di sebelahnya. Setelah sekian purnama akhirnya bisa berkenalan dan ngobrol. Kenalannya lewat QRIS, pas di scan tulisannya Sate Bang Mamad.
Biografi wong cilik, mungkin tak akan ditemui di rak buku Gramedia seperti Einstein, Hellen Keller, Soekarno, dll. Tapi semua orang sama di mata Allah, sejatinya. Yang membedakan ketaqwaannya.
Bogor, 3 Agustus 2025
Nihan Lanisy
Leave a Reply