sekurang-kurangnya

Lagu ini awalnya biasa saja, tapi setelah saya tonton 100x ternyata punya pemaknaan yang dalam. Dalam penafsiran saya sendiri, kurang tau Baskara sebetulnya nulis tentang apa dan tujuannya apa. Maaf ya Bas, aku durung kenal kowe e hehe.

Lagunya simple, justru disitu kekuatannya. Orang yang ahli punya tendensi untuk membuat semuanya keliatan mewah, rumit, dan sophisticated. Penggunaan kata sophisticated ini juga jadi gelaja tentang hal tersebut, saya tuliskan itu supaya keliatan ahli dan tau bahasa inggris. Padahal saya baru pingin les bahasa inggris di Pare, Kediri. Saya sambil membayangkan juga ada ngga ya daerah namanya Siomay, Kediri atau Tahu, Kediri?

Bahwa aku pernah dicintai seada-adanya, sekurang-kurangnya

Cinta itu tricky, aduh kenapa bahasa inggris lagi sih. Maaf ya data di blog ini soalnya banyak pembacanya dari US juga, kayaknya hacker dan scammer doang, bukan pembaca nyata seperti teman-teman sekalian. Makasih ya sudah mau baca.

Orang kalau sudah mencintai ada yang jadi membiarkan dan ada yang suka ngatur-ngatur. Saya gamau nyalahin salah satunya, meskipun saya adalah orang yang lebih membiarkan. Seperti konsep cinta dalam diri saya adalah memberi tanpa meminta. Jadi kalau mau cinta sama seseorang sama sesuatu ya diterima saja apa adanya, termasuk mencintai dia jika nanti kedepannya ada perubahan-perubahan.

Mencintai itu belajar. Mengenal orang lain, mengenal perubahan, mengenal banyak hal baru yang kita tak tau. Buat yang masih kecil dan pacar-pacaran, selamat berproses untuk mengenal cinta. Cinta itu dirasakan di dalam hati, nurani lubuk dalam, jangan mau didikte sama lagu, film, dan karya seni lain tentang cinta. Kamu boleh punya definisimu sendiri tentang cinta.

Prinsipnya, dari saya, kalau kamu mau denger, mencintai namun berekspektasi akan membuat kamu penuh amarah, benci, dendam, dan lelah. Belajarlah mencintai gulma, bukan hanya tanaman hias yang ideal dalam pikiranmu.

Kalau Lita baca pasti bilang “udah kayak orang bener aja lu”. Mau tak ajak ke kantor HKI untuk mendaftarkan trademark kata-kata itu. Ya emang semakin dewasa kita akan menemukan bahwa dunia itu tidak hanya hitam dan putih saja, banyak abu-abu yang menanti untuk ditafsirkan kemudian dibagikan tafsirannnya lalu terjadi dinamika pro-kontra sampai tiba saatnya kita memilih salah satu tanpa membenci yang lain.

Hindia, makasih lagunya ya. Mengingatkanku untuk bisa terus mencintai batu, gunting, kertas, dan manusia juga dengan seada-adanya, sekurang-kurangnya. Gaperlu nyuruh orang ngapain soalnya aku juga gamau disuruh ngapa-ngapain. Hidup dalam zen dan nothingness. Alah bahasa inggris lagi, punten.

Lirik lagu Hindia akan kumodif jadi “Bahwa aku masih dicintai seada-adanya, sekurang-kurangnya“. Suwun bojoku sudah mau mumet mencintaiku 13 tahun terakhir.

Sekalian bagi laguku ah, semoga berkenan

Bogor, 24 Agustus 2025
Nihan Lanisy

2 responses

  1. Hi, Lita here, I’ve read it! lol

    1. semoga ora ditagih rolyaltine wkwk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *