Idup

Pipis termahal di Fresh Market Bintaro. Masuk WC scan QR dulu bayar 5000. selak kebelet pipis, gek ndang pak hehe.

Warung Nasi Ibu Neng di Jl Pandu Raya. Rekomendasi kuliner di Bogor, bukan yang rame banget tapi enak banget. Kalo terlalu rame bukannya ganyaman ya?

Membiasakan minum air putih saja setelah makan. Juga membiasakan makan soto bening dan camikannya di Soto Boyolali Hj. Hesti. Sebuah rekomendasi juga di Bogor, terutama yang kangen soto bening ala jogja. PakMarto loveyou.

Segelas kratom yang pertama kali kubuat. Setengah sendok makan bubuk kratom, ternyata terlalu banyak, sebab seujung dikit sendok teh saja sudah cukup untuk menggapai kesehatan.

Kurang berbakat masang barang-barang Informa dan sejenisnya. Ternyata kebalik masangnya, tau gara-gara melihat mas Informa memasang pesanan kursi yang lain.

Makan bareng di Markonah. Penyedia sambal samex dengan rampai yang jos. Sebuah rekomendasi kuliner juga di Jl. Pandu Raya. Kulineran kami lokal banget, radius 1km dari rumah sudah banyak favorit.

Ini foto sambel yang diceritakan di foto Markonah tadi.

Ditutup dengan mengurangi baju. Menjadi mitra bestari untuk seluruh baju dirumah dan alhamdulillah bisa memberikan baju layak pakai. Bekas bagiku, baru untukmu.

Masih di Jl Pandu Raya, disalah sattu ujungnya. Pindang Ikan Tempoyak di RM Bahrein, makanan khas Sumsel. Enak ternyata, kaya tomyum tapi kecutnya bukan jeruk dan ada rasa-rasa duriannya tipis. Pantes kok saya kurang doyan makanan luar negeri, kita kelebihan budaya kuliner hihi.

Bogor, 6 Januari 2025

Nihan Lanisy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *