riyaya

rawon namun dagingnya habis, bakso namun kuahnya habis.

Sugeng riyadi, met riyaya untuk segenap dan seganjil pembaca blog ini. Maaf lahir batin nggih.

Lebaran kali ini berasa spesial, kenapa? karena pake telor.

foto di atas ini adalah POV seorang fotografer telat memotret. ada 2 orang motoran, mencurigakan, sambil ngudud di tengah hari puasa, bermasker tanpa helm. mereka parkir motornya diujung gang yang aku foto itu. kemudian jalan masuk ke dalam gang. Ga lama kembali lagi. Ambil motor dan pergi. Kau curiga mereka maling, ternyata hanya 2 orang mengemis minta sodakoh dengan modus parkir agak jauh biar kaya gapunya motor #ade2aje

ada satu rute dalam hidupku yang sangat nostlagik: jogja-madiun via lawu. kebetulan ga buru-buru, kami sekeluarga lewat sarangan. Dulu, 10-an tahun yang lalu, saya bolak-balik lewat jalan ini. Sering motoran, dingin hujan-hujanan, juga naik mobil, ada kalanya bawa 2 balita, dua2nya di carseat.

Post-subuh, world of Caruban. Hari ini difoto adalah hari lebaran, pom bensin masih terang. Selat hormuz pun berlebaran. Maaf berkeliaran walau rudal bertebaran.

Kayaknya ini rumah yang dijual Pak Sudok, tukang parkir Niceso Caruban. Opo-opo nek disyukuri yo berkah tok, sebagai bapak-bapak yang 2jam lebih menanti anak dan istri belanja pernak-pernik, saya jadi bisa ngobrol2 sama pak parkir. Seorang supir truk yang sudah pensiun, punya anak 3: tentara, jaksa, dan calon dokter. Rejekine wong tuo memang adalah misteri, tak ada yang sangka (ini kata beliau sendiri) : bapak e supir truk ora sekolah, anake do pinter2. Sedang menjualkan rumah anaknya untuk biaya sekolah kedokteran anak lainnya, 270m persegi harganya 1.3jt/m. Di kota caruban. Monggo yg minat bisa hub saya #dudumakelar

cucu dan kakek potong rambut bersama, sebuah kegiatan yang jadi ritual di jogja. saya sudah potong sebulan sebelumnya,

subuh, ngantuk, difoto anak wedok. anak lanang udah duluan tertidur di paha. di Jogja, punya kebiasaan ada forum setelah shalat. dulu habis magrib, sekarang ada juga yang habis subuh. semakin dewasa, semakin paham bahwa tiap rumah punya budaya yang beda-beda dan semuanya bisa diciptakan. mau dekat atau jauh berjarak sama keluarga, adalah pilihan. engineering.

“Kaki saya luka bakar, cuma ditiup-tiup kering”, kata Pak Sudok. Suwuk adalah pengobatan yang jadi utama di Caruban jaman dulu. Salah satu yang jadi rujukan adalah Mbah Sidik, buyutnya istri. Kemana ya ilmu-ilmu ini? BPJS tutup ya rapapa, wong pengamalnya full keikhlasan. Bukan sehat yang dikomersialisasikan.

Caruban, 22 Maret 2026

Nihan Lanisy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *