5.42 aku terbangun pagi ini. mandi (tanpa sabun #penting) dan solat subuh (kesiangan #penting). menggeber motor beat karbu sampai ke meeting point jemputan jam 06.02, terlambat 2 menit. namun jemputanku masih memutar dan aku bisa naik di seberang meeting point jam 6.15.
pagi ini aku merasa waktu dilipat. bagaimana bisa orang terlambat akhirnya tidak terlambat. rasanya begitu tak enak terburu-buru, tapi saat memang ada keterdesakan rasanya memang harus penuh syukur dan sabar saja. tidak perlu mengeluhkan ketidaknyamanan itu. bangun siang adalah takdir, sejatinya aku sudah bangun jam 3 pagi tapi tidur lagi dan kesiangan.
pagi ini aku merayakan takdir. sambil mendapat ilham, bahwa kalau kita berpikir positif semuanya dapat terjadi. waktu seperti terlipat, begitu cepat berlalu, begitu lambat terlewat.
melipat waktu, tanpa diseterika sebelumnya. tapi bukan berarti besok harus bangun siang lagi, kadang disitu ujiannya. setiap diberi lebih dan nyaman, manusia jadi jumawa.
besok lagi semoga bisa bangun lebih pagi. saat berkendara ngebut semi ugal-ugalan, banyak bayangan dan ingatan yang datang, serta gelisah akan masa depan. masa depan terdekat adalah ketinggalan jemputan, yang seharusnya tak perlu saya gelisahkan. wong ketinggalan jemputan masih bisa berangkat sendiri. jadi bingung kadang-kadang sama bagaimana manusia berpikir, suka membuat keterdesakannya sendiri.
padahal betapa lapangnya dunia ini telah dihamparkan Allah. Masyaallah.
pondok cabe, 6 maret 2026
nihan lanisy
Leave a Reply