proses menghargai

sebuah ritual memanggil hujan. tiba-tiba bogor mendung, walaupun akhirnya tidak hujan. bercandaan ini lama-lama mulai terinternalisasi hingga terasa seperti kenyataan. ketika sebuah kebetulan terus menerus terjadi, ia menjelma seperti fakta walaupun bukan aslinya. disitu kau harus berhati-hati. pikiran adalah obat dan racun yang berada dalam diam, tergantung pemanfaatan.

di cuci mobil itu, 45k harus dibayar. di 1km dari situ, hanya 30k. kemudian di hari yang sama, saya mengalami membayar potong rambut 30k, sedangkan 1km dari situ ada yang 70k.

Semuanya punya segmen pasar masing-masing dengan kemampuan atau lifestyle konsumennya yang beda-beda. Ketika kita bisa menghargai perbedaan, perbedaan itu akan menghargai kita juga.

Jangan takut mengusahakan apapun, walaupun kecil, sederhana, jelek, tidak standar, dll. Sebab, setiap manusia diberiNya proses menghargai yang beda-beda, pasti ada titik di tengah-tengah yang paling ramai kerumunannya, namun jika kita memang tidak suka berkerumun, kita juga sudah dijatah rezekinya sebagai orang-orang diujung.

Dimanapun kita berada, disitulah berlimpah rezekiNya.

Ditulis sambil nonton Norwegia vs Inggris. Sambil juga mikir piala dunia penting, tapi piala akhirat sering ditaruh disamping. Spiritual body menjelma matters/material hanya sementara padahal. Bonus sebuah kuliah dari Mishuo Kushi

Bogor, 12 Juli 2026

Nihan Lanisy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *