Berjarak

Hari ini, saya kembali menyelami tulisan akademik. Saya bertemu dengan artikel berjudul “The end of tourism? Contemplations of
collapse” dari Freya Higgins-Desbiolles (tahun 2024). Baru baca abstraknya, tertulis bahwa “This viewpoint engages with Jem Bendell’s deep adaptation framework”. Lha Jem Bendell itu siapa?

Kemudian saya coba cari tau, ternyata beliau adalah Professor di University of Cumbria, UK. Dan saya nemu video ini

2024, beliau tinggal di Bali. Di Video ini, beliau cerita sejarah hidupnya dan pergulatan batinnya sebagai keynote speaker dan pakar tentang sustainability dan sebagai manusia yang mempunyai sensifitas lain. Ada juga Extinction Rebellion UK yang ternyata sejalan dengan pemikiran beliau dll.

Artikelnya belum selesai saya baca, bahkan belum saya baca lagi. Namun saya menemukan bahwa ada pergulatan batin bahwa dari seorang profesor yang “kepake” di PBB dan forum-forum dunia. Sebuah pelajaran berharga, bahwa kita semua manusia pada akhirnya.

Dan satu lagi, semua pengetahuan dari global north ini ternyata sama sekali tidak saya ketahui sebelumnya. Jem Bendell dari utara (UK), Higgins Desboilles dari selatan (australia), dan aku sebagai orang Indonesia yang diiris matahari tropis terkadang masih mencari posisiku di dunia akademik ini yang didominasi english speaking countries dan dengan viewpoint mereka.

Apakah kita punya kesetaraan dalam hal ini?

Pondok Cabe, 4 Februari 2026
Nihan Lanisy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *