
Terlihat ada persiapan di pagi hari, ternyata cuma ngelap-ngelap meja karena baru akan buka hari itu setelah libur lebaran. Sekitar H+2 lebaran waktu itu.
“Sore buka e”, kata mbaknya.
Kami datang jam 17.00, ruamene rek. Nguantri suuuuuuuuwi. Lama. Ada yang bungkus 8, ada yang gorengannya 20, dll. Laris manis pokoke.
Jam 18 kurang, saat adzan berkumandang. Lapaknya dah ditutup soalnya tepo (lontong) sudah habis. Terberkahi tenan og le dodolan iki.
Enak, murah (banget), dan laris.
“Tak dongake motor e ganti roda 4”, kata seorang pembeli. Sudah dibayar di doain lagi, indah sekali.
Tempatnya dimana? Caruban. Pasnya rahasia, biarkan jadi higgen dem alias diggen hem aja.
Sore itu aku paham kalo makan tahu telur di jogja/bogor kok rasanya beda. Kecape bedo.
pondok cabe, 9 april 2026
nihan lanisy
Leave a Reply