Hutan Angker

Leuweung Sancang, hutan di selatan Garut, terkenal angker. Begitu kata sebuah video di Youtube yang saya tonton. Saya mah malah pingin main kesana.

Semasa SMA, arena bermain saya jugalah disekitar Kinahrejo, Merapi. Saya tak jarang blusukan ke hutan-hutannya yang konon angker. Kakak kelas kami pernah pada kesurupan disitu juga. Emang hawanya singup, tapi bagi saya ya namanya masuk ke medan yang tak banyak energi manusianya ya pasti begitu. Biasa aja, ga nantangin dan ga mau ngapa-ngapain. Cuma mengenal ciptaan Tuhan saja.

Tentu rasa takut kadang menyeregap, apalagi saat jam 3 pagi saya harus turun sendirian dari hutan itu ke parkiran. 1 jam dalam kesendirian, berkabut. Tapi ternyata ketakutan itu yang membuat kita takut sendiri. Ketakutan itu dibuat-buat sendiri.

Ada juga berada dalam gua yang riwayatnya tempat pembuangan mayat-mayat kegiatan G30SPKI dan belum lama ada orang bunuh diri loncat karena anaknya maksa minta dibeliin motor, tak ada bedanya. Sebab alam seluas itu memaafkan dan melupakan kejadian. Tak ada arwah yang menampakkan apalagi ngajak mati. Khayalan siang bolong, atau karena saya saking acuhnya saja.

Mungkin itu alasanya saya kurang suka nonton film horor. Bukan karena takut, tapi lebih ke tidak suka disusupi imaji tentang hantu dan kejadian mistis yang dipaksakan. Saya juga bukan orang yang suka ziarah ke tempat-tempat yang dikeramatkan, dimanapun keramat sehingga kita harus jaga ucap dan sikap.

Ada hutan-hutan yang disebut tempat moksa, ada juga yang manusia menjelma jadi harimau dan pohon, kemudian ada juga mitos kalau masuk gabisa keluar lagi. Ya percaya tidak percaya, mungkin benar mungkin tidak. Tapi yang jelas keserakahan manusia kadang memang butuh mitos dan ketakutan agar berkurang serakahnya. Jadikan hutan keramat dan tak diutak atik manusia, lestari hutannya meski manusianya takut.

Dimanapun angker, dimanapun keramat. Semua orang dan bukan orang takut dengan orang yang takutnya hanya dengan Yang Maha Esa. Dan itu bukan saya, sebab ada takut kehilangan, takut lapar, takut gelap, takut ular, takut macam-macam.

Semoga pelan-pelan kita bisa menjadi penakut, yang hanya takut padaNya.

Bogor, 9 Agustus 2025

Nihan Lanisy

2 responses

  1. Sarqindy Avatar
    Sarqindy

    Termasuk takut telat ngisi BKD gk?

    1. BKDnya yang takut telat diisi pak hehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *