Tak jarang, atau supaya tidak hiperbola saya rubah, beberapa kali, saya ingatkan teman-teman saya untuk jangan shalat. Lha wong bukan muslim temen saya. Semoga temen-temen saya itu ndak tersinggung ya, karena saya sayang sama mereka. Jangan sampai mereka shalat, nanti dianggap salah dari sudut pandang agamanya.
Tentu untuk teman-teman sesama Muslim, terlepas mahdzab apa, pengajian dimana, tingkat keimanannya seperti apa, saya ingin ingatkan untuk jangan lupa shalat. Meskipun tidak tepat waktu, tidak di masjid, tidak pakai pakaian terbaik, tidak pakai wangi-wangian, dsb.
Banyak orang tidak shalat karena merasa banyak dosa. Look at me, orang yang banyak dosa tapi shalat-shalat aja. Justru, shalat bisa jadi penjaga kita supaya pelan-pelan lepas dari dosa-dosa itu. Tentu tak ada manusia yang tak berdosa di dunia ini, santai aja, jangan merasa paling asik aja lu hehe.
Buat apa sih shalat? Ini jawabannya tidak bisa dijelaskan kata-kata, ini masalah rasa. Rasain aja.
Kemarin lusa saya terinspirasi postingan De Gadjah, yang saya anggap pencitraan tapi tetap saja saya dapat inspirasinya. Beliau di IG kurang lebih membuat konten tentang ibadah di malam hari, selelah-lelahnya dan semalam-malamnya tetap menyempatkan ibadah malam untuk menutup malamnya. Kebutuhan jiwa untuk ngobrol dengan sang Kuasa Jiwa, trenyuh aku melihatnya. Jadi langsung pingin shalat walaupun postingan di atas latar belakangnya di pura.
Tuhan tak jauh, sedekat itu dengan kita. Seluruh sifatnya ada di dalam kita, hanya dihalang-halangi oleh evil forces yang tak ingin kita menjadi cahaya. Asik.
Bogor, 26 Agustus 2025
Nihan Lanisy
Leave a Reply