kemlinthi

saya lagi belajar bahasa rusia secara otodadik, ya barangkali dapat kesempatan kuliah disana jadi ga ha-ho-ha-ho kaya orang bingung hehe.

zdravstvutye, ini kata “halo” dalam bahasa russia yang formal. privet, dibaca priviet, adalah kata yang sama tapi non-formal. sulit? iya sulit. tapi saya juga berpikir bahwa sesulit apapun bahasa ini pasti bisa.

kendalanya, pertama adalah ia pakai huruf yang beda, namanya cyrillic. hurufnya sama latin ada yang kebolak-balik, mosok H dibaca N dan P dibaca R. po ra mumet kuwi? tapi seminggu setelah belajar hurufnya, ternyata bisa-bisa aja. aku optimis soale aku bisa baca tulis bahasa arab dan aksara jawa. uangel lho ini, buktinya bisa jika ada niat dan terbiasa. asix.

kedua, cara mengucapkan huruf-hurufnya beda dengan latinnya indonesia. vzem dibaca vsim. khorosyo dibaca kharasyo. net dibaca niyet. eto dibaca eta. ini tak balikin lagi ke bahasa jawa yang kutilis “native speaker” di aplikasi beasiswaku. a dibaca o, dan o-nya bukan o dalam bahasa indonesia, tapi lebih ke o, gimana ya njelasinnya. jaka itu dibaca joko, bukan joko. pahamkan maksudku. hihi

judul tulisan ini kemlinthi, ini juga kata-kata yang mungkin tidak dipelajari oleh orang non-java yang belajar bahasa java. atau kata-kata seperti ngolet, mak jegagik, suog, bajindul, ngising, dkk ternyata sangat eksotik dan unik saat aku menempatkan diriku sebagai orang luar.

jadi belajar bahasa adalah sebuah proses masuk ke dalam sebuah budaya baru. bukan hanya baca dan tulis, namun tentang kebiasaan, pilihan, dan gambaran kehidupan kumpulan manusia. percoyo wis nek memang sudah nyebur, mau ga mau pasti bisa. sebab bahasa itu datang dari hati, bukan hanya otak dan cuangkem (artinya mulut).

Пока (poka) dibaca paka artinya bye alias dadah.

Bogor, 9 Januari 2026

Nihan Lanisy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *