No Credit Needed

Pagi ini aku bangun dan melihat instagram. Jogja rusuh juga, ada bakar-bakaran di Polda DIY.

Postingan berikutnya, Sri Sultan menemui perwakilan pendemo. Ada muka yang aku familiar. Terus, press conference juga dia berdiri disebelahnya.

Beberapa minggu lalu kami sama-sama hadir di Festival Jono Terbakar. Sempat ngobrol juga.

Aku nulis ini bukan mau pamer, justru sebaliknya. Dengan momen-momen seperti ini, sangat mudah untuk bangga kenal dengan seseorang yang masuk media atau seseorang yang penting. Justru, disitu aku menekan remku. Kita seharusnya bangga dengan siapapun, mau masuk media ataupun tidak.

Ada kebiasaan “itu temenku” saat seseorang jadi dikenal. Aku masih sering juga keluar kata-kata seperti itu, padahal itu tidak penting sama sekali, kecuali ketika ada keperluan orang yang bisa kita bantu karena kita kenal dengan seseorang. Makelar kebaikan.

Gitu, postingan ini tentang itu. Saat semua orang menekan gas, kita tekan rem adalah hal yang boleh juga. Hak.

Bogor, 30 Agustus 2025
Nihan Lanisy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *