petunjuk menjadi manusia

seantero dunia ga habis-habisnya buku yang memberikan petunjuk. tapi ada 1 hal yang ingin kutunjukan juga padamu tentang tunjuk-tunjuk cara jadi manusia. sederhana.

nama bukunya Al-Quran. surahnya/babnya namanya Al-Insan, artinya Manusia. Diturunkan di Madinah, bagi yang belum tau di dalam Quran itu ada surat Madaniyah (diturunkan di Madinah) dan Makkiyah (diturunkan di Mekkah).

mau baca? bisa ke sini https://quran.nu.or.id/al-insan atau ke quran dan terjemahan yang lain.

surah ini tidak terlalu panjang, cuma 31 ayat dan pendek-pendek. kalimat pembukanya nyenengke. “belum merupakan sesuatu yang dapat disebut”

Bukankah telah datang kepada manusia suatu waktu dari masa yang ia belum merupakan sesuatu yang dapat disebut?

sekali lagi, kalau kamu baca sampai sini, saya bukan ahli tafsir. saya cuma bisa membaca penafsiran dan terjemahan dari yang sudah ada di indonesia. saya percaya saja sama ahlinya. terus dengan menulis ini saya sedang mentadabburi atau merenungkan tentang ayat-ayat ini

Sesungguhnya Kami telah menunjukkan kepadanya jalan (yang lurus); ada yang bersyukur dan ada pula yang sangat kufur.

Al-Quran dan Hadist itu full jalan yang lurus. Ndak ada nyuruh mbunuh orang, ndak ada nyuruh nyolong, ndak ada suruh ndobos. Semuanya kebaikan yang disuruh, kadang aku merasa kalo seluruh quran diikut aku akan menjadi orang yang asing di lingkunganku. Tapi memang Nabi Muhammad SAW dan umatnya itu dulu asing di kalangan suku quraish di jaman jahiliyah yang dikisahkan hidupnya semena-mena. Menyembah patung, judi, riba, medok, kalo kaya sombong, tidak mau sedekah, membunuh itu biasa, dll. Memahami islam itu kita memahami konteks, termasuk menjadi islam juga ndak melulu harus jadi arab, tapi kalo mau jadi arab juga boleh. ada fleksibilitas disitu. Sudah ditunjukan jalannya, kita memang pengeyel, ndak mau bersyukur dengan jalan yang ditunjukan.

Nah ayat-ayat selanjutnya itu menjelaskan bahwa kalau kita ikuti jalannya apa yang kita dapat

Dia memberikan balasan kepada mereka atas kesabarannya (berupa) surga dan (pakaian) sutra.

Kalau ndak visioner agak sulit jadi muslim. Karena yang dibahas banyak tentang masa depan, apalagi masa depan pasca-kematian yang mana tidak bisa kita buktikan dimasa kini. Kita percaya. kata “kesabaran” buat saya sangat menarik untuk direnungkan. Kita dibalas karena kesabaran kita. Yo gimana ga sabar, wong foya-foya dan hura-hura itu enak, tapi kita memaksa diri kita bersabar untuk tidak melakukannya. kita diminta secara sadar mengalihkan untuk sedekah, untuk belajar, untuk kebaikan lain, bukan untuk Molimo, yang tentunya enak untuk jasad dan jiwa keduniaan kita. ini pilihan hidup, dan namanya juga proses, menurut saya jadi muslim bukan artinya tiba-tiba jadi full 100% baik, selalu ada ujian dan jurang-jurang menganga di depan. kadan kita nyemplung, terus balik lagi. harapannya setelah balik lagi, tidak mengulangi nyemplung dengan sengaja. jadi jangan julid kalo liat ada orang yang mengaku islam tapi masih melakukan dosa, kalau bisa temani dan ingatkan. bukan disalah-salahkan dan diusir tok. semua orang berproses. seluruh jiwa ingin baik, namun ada yang dikelilingi lingkungan, energi, dan roh jahat. semua fitrahnya ingin kembali dengan bersih, temani.

Sesungguhnya mereka (orang-orang kafir) itu mencintai kehidupan dunia dan meninggalkan di belakang mereka hari yang berat (akhirat).

hidup benar-benar pilihan, mau enak sekarang dan nelangsa belakangan. atau mau prihatin tapi besok enak. tapi dari pengalaman saya, ndak usah ngomongin besok kalo pas mati, kejahatan dan keburukan di dunia itu ndak berlangsung lama dan kenikmatan yang dihasilkan adalah fana. ia merusak. kebahagaiaan seorang ayah yang jahat, akan menghasilkan kesedihan dan depresi yang kuat ke anak dan keluarganya. uang yang hangat dan panas, membawa energi-energi non-baik yang berdampak juga di dunia. Allah Maha Adil dan Maha Mengetahui. semoga kita semua dihindarkan dari hal-hal ini. Pun kalau saat ini atau pernah nyemplung, semoga kita masih diberi waktu dan jalan untuk kembali. Semua orang yang berniat kembali akan menemukan jalannya, sebab yang menunjukkan jalan adalah Ia.

Apabila melihat (keadaan) di sana (surga), niscaya engkau akan melihat berbagai kenikmatan dan kerajaan yang besar.

Nabi Muhammad tak jarang disebut pendusta di masanya. ya bagaimana tidak, beliau memberi tahu sesuatu yang orang-orang tidak tahu. pasalnya ia menyampaikan pesan-pesan Tuhan. Dan ini berat baginya, seperti termaktub dalam ayat-ayat di surat lain, seperti kisah beliau berselimut karena takut dengan wahyu dan keberatan menyampaikan wahyu-wahyu itu ke kalangan yang sangat berlawanan dari kebaikan saat itu. Menempa keimanan adalah berlatih percaya. Ada yang bilang di Quran itu banyak kiasannya, jadi bayangan bahwa ada kerajaan yang besar. Namun ada juga yang bilang bahwa itu literal seperti itu. Itu semua hanya berdebatan, karena yang asli dan original hanya Allah yang tau. Mungkin ada orang-orang yang diberi informasi sekilas, namun sebagai muslim yang baik, dalam hemat saya, punya kata-kata Wallahua’lam. Semua yang tau secara benar dan benar-benar hanyalah Allah. apalah kita ini.

Sekali lagi, saya nulis-nulis begini bukan berarti saya orang baik dan orang berimtaq banget. Tentu, saya ingin jadi orang baik dan ingin jadi berimtaq banget, sebuah niat. Tapi semuanya proses. Gitu.

Pondok Cabe, 27 Februari 2026
Nihan Lanisy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *