
Akhir pekan ini, kami keluar naik mobil. Sebagai supir, saya punya inisiatif sarapan agak jauh. Mobil saya arahkan ke arah IPB Dramaga.
Di Yasmin, sewaktu hampir lewat RS Hermina, terlihat Sop Ayam Pak Min di sebelah kanan. Jadi ingat 11 tahun yang lalu ketika Abdul lahir di Hermina dan kami jadi sering makan di Pak Min. Niat awal diurungkan, putar balik menuju Pak Min. Di dekat rumah adanya Pak Miin, jadi kami jarang makan sop ayam ini wkwk. Gasuka yang KW.

Masih enak dan nyaman, comfort food. Kami makan 4 sop campur (nasi setengah), 3 es teh tawar, 1 air putih hangat, 3 tempe, dan 1 tahu. Totalnya 50k. Gokil, rasanya di Bogor kami belum pernah makan semurah ini utk kategori soto dan sop. Serius.
Makan sop ini membawa kembali banyak kenangan. Mulai dari makanan keseharian saat lahir anak pertama, jualan kaos “chicken soup mister negative (last child)”, sampai sarapan jaman pacaran di UII naik dikit. Dan kenangan sehari lalu, ada ternyata makanan yang ndak terlalu peduli sama inflasi. Ataukah ini sebuah model bisnis yang jamak di indonesia: bisnis sembari sedekah?
Bogor, 11 januari 2025
Nihan Lanisy
Leave a Reply