Perjalanan dari Blok M ke Bogor bisa dibilang tidak dekat dan tidak cepat. Tapi kemarin terasa lebih cepat karena terputar-putar lagu Neck Deep. Bagi yang belum tau, Neck Deep ini adalah band dari Wrexham, Wales. Aku mengkategorikannya sebagai band pop-punk, genre musik yang menemani banyak generasiku semasa SMP-SMA dulu.
Nah menariknya, Neck Deep itu band jaman sekarang. Jadi kalau mendengar lagu-lagunya sangat menyenangnkan, seperti reinkarnasi dari Blink-182 dan teman-temannya. Bahkan salah satu lagunya yang paling hits “December” ada versi featuring Mark Hoppus, bassisnya Blink-182.
Banyak juga lagunya yang aku gasuka sih, karena terlalu cepat temponya dan terlalu berisik. Sekarang sudah sangat tidak suka denger lagu yang terlalu berisik, padahal dulu hobi sekali dulu ndengerinnya. Sekarang lebih suka mendengarkan melodi yang menggugah hati dan lirik-lirik yang tidak relate dengan kehidupan sekarang. Pada akhirnya fiksi adalah pelarian manusia dari fakta kehidupan yang ada pahit-pahitnya dan lelah-lelahnya.

A Part of Me menyadarkanku bahwa ada banyak hal yang jadi bagian dariku meskipun di masa kini sudah tidak relate, dan memang masa lalu tidak bisa dihapus hanya bisa diterima dan berdamai dengannya. Aku yakin sih maksud lagunya dibuat Neck Deep bukan itu, tapi aku mau menafsirkannya seperti itu saja. Lagi-lagi kesenian punya ruang tafsir yang luas. Istilahnya mau memakai pisau untuk memasak atau menusuk orang itu adalah hak masing-masing pemakai pisau dengan konsekuensinya masing-masing, sama dengan lagu-lagu yang bertebaran.
Mas Didit di Festival Jono Terbakar bilang kalau dia percaya bahwa sebuah lagu lahir itu karena memang ditakdirkan harus lahir, meskipun tidak ada yang mendengarkan atau sedikit sekali yang mendengarkan. Karena lagu itu sangat ilahiah, dari sesuatu yang abstrak dan menjadi sesuatu yang berbentuk dan dapat disebarkan.
Wrexham itu jauh sekali, mungkin aku tak akan pernah kesana. Tapi lagunya bisa sampai sini. Bahasanya beda tapi kita bisa memahami, dengan segala keterbatasannya soalnya ibuku bukan orang UK sehingga bahasa ibu kita beda. Tapi afterall, supersuwun Neck Deep atas lagu-lagunya yang membawa aku, atau kami, kembali ke masa-masa itu. Masa dimana no future planned dan keringat bertebaran dimana-mana.
Bogor, 24 Agustus 2025
Nihan Lanisy
Leave a Reply