
Gara-gara cucian mobil yang dituju cuma mempekerjakan satu orang, saya cancel pencucian mobil dan gas menuju mall jambu dua. niatnya service HP, jam menunjukkan pukul 8.25 sesampainya kita di parkiran mall. Sangat sepi, kosong, hanya ada satpam-satpam, itupun sepertinya mereka baru datang.
Kami belum boleh masuk, jam 9 nanti boleh. Setengah jam ya nunggunya, kami menyeberang jalan dan duduk di trotoar sambil beli kopi 10ribu dapat dua.
Baru mau nyesap kopi, ada 1 orang menghampiri kami.
“Mas, yang mau service hape ya? ayo ikut saya”
Kami dijemput dan diajak ke counternya yang berada di lantai dasar (atau bawahnya lantai dasar ya itu), yang isinya counter HP dan laptop.

LCD HP anakku copot, masih bisa dipakai tapi sering tidak responsif. Om Doni, nama orang yang menservis, langsung memberi diagnosis bahwa itu rusak LCDnya, biasanya dipake main HP sambil ngecas. Umum ditemui sebagai tukang servis katanya. Ganti LCD 350k, ok lah gas. Nyenengke anak tak pernah rugi, senantiasa kembali berlipatganda rejekinya.
Ternyata ganti LCD bukan yang model servis 5 menitan, agak lama karena dibongkarin semua dan dipasang lagi. Dari sepi sampai mulai keliatan kalau itu adalah pasar HP besar di Bogor.
Mall Jambu Dua dulunya lebih tradisional, seperti trade center aja. Sekarang semakin wow dengan peningkatan biaya sewa 3x lipat kata om Doni. Ada yang gugur, ada yang menyempit, tapi bagi yang ambil kesempatannya malah punya lapak lebih dari 1.
Saya ga mau rugi, sambil sedikit-sedikit mencoba memahami industri jual-beli HP. Ada kalanya dalam waktu sebulan, harga kulakan HP bisa naik 100-150k. Kemudian transaksi HP yang gapernah sepi jadi membagongkan, apakah sebenernya “in this economy” itu bener-bener ada? Kemudian juga fenomena orang 3 bulan sekali ganti hape juga ada. Serta orang yang mau beli HP 20 juta padahal 3 bulan kemudian sudah jadi 17 juta harganya juga ok, banyak orang yang penting kesohor dan gaya.
HP adalah sebuah simbol di dunia modern terkait juga dengan semakin terbukanya arus informasi. Tanpa HP, hidup di kota yang modern tampaknya akan cukup sulit. Dimana-mana cashless, info ditulis di QR Code, whatsapp bisa jadi satu-satunya cara menghubungi, dll. Ya ga kagum juga dengan semua fenomena-fenomena itu.
Sembari menunggu, ada seorang kakak yang mencarikan adik perempuannya HP. “cowo apa cewe adiknya?”, kata Om Doni. Ternyata kalo cowo lebih ke gaming dan produktifitas, kalo cewe penting di kameranya. Menarik. tidak sepenuhnya benar tapi insight dari orang industri.
Ada juga orang Tasik yang bolak-balik nawarin HP ke Om Doni, entah makelar atau apa saya masih kurang paham. Ada juga orang yang ambil HP second disitu terus ditawarin ke orang lain juga disitu, entah karyawan Om Roni yang beda lapak atau secair itu perdagangan di Jambu Dua. Asik sekali mengamati pasar, bukan yang becek dan barangnya bisa basi dan layu kali ini. Oya barangkali butuh servis atau jualbeli HP bs kontak Om Doni di +62 896-8403-4049 , punten om sy bantu promosikan ya.

Selesai sudah. Dibayar. Bertukar nomer HP. Pas pulang saya jelaskan ke anak saya tentang perdagangan. Menurut saya, Om Doni adalah sebuah contoh pedagang yang patut ditiru. Pedagang berdarah minang yang mau jemput bola menjemput kami diseberang mall, mengajak ngobrol ngalor ngidul konsumennya, menjelaskan produk dan jasanya, menyuruh duduk dan menawarkan kopi pada si kakak yang mencarikan hape untuk adik perempuannya tadi, dsb dsb. Sebagai seorang pengajar tentang jasa, saya suka mengamati dan mengalami hal-hal terkait jasa. Kebetulan di konter itu ada 1 karyawan perempuan yang agak berbeda dari Om Doni: agak acuh, tidak sepaham pemilik dalam menjelaskan, dan mungkin hanya menjaga toko. Penjaga toko adalah frontliner, yang pelayanannya akan jadi brand image dari toko kita. Penting ternyata ya hal-hal kecil ini, bagaimana orang bisa kesana lagi dan merekomendasikan. Dan yang paling ultimate, walaupun orangnya tidak jadi beli dan ndak ada transaksi, pedagang yang baik tetap melayani dengan baik karena kita tak pernah tau hujan deras akan turun kapan ke kita dan bisa jadi yang beli bukan dia, tapi seseorang lain yang ia beri cerita tentang baiknya layanan sang pedagang.
Suwun om. Semoga om dan seluruh orang bermatapencaharian perhandphonean diseluruh dunia sehat selalu dan lancar barokah rejekinya.
Bogor, 3 April 2026
Nihan Lanisy
Leave a Reply