sebuah kisah akhir pekan

sembari menanti rombongan datang, saya yang sampai duluan mau cari kopi dulu. kopi di hotel mahal dan biasa saja, maka mending cari kopi murah dan biasa saja. sama-sama biasanya.

sayangnya, warung kelontong yang memajang kopi rentengan, dispensernya mati, jadi belum bisa jual kopi panas. ya moso saya mau minum kopi bubuk…

untung disebelah kelontong itu ada warung makan. alhamdulillah warung makan itu punya air panas, walaupun saya lihat ibunya ambil kopinya juga dari warung kelontong sebelah. saya pesan kopi 1.

tapi, rasanya pesan kopi saja di warung makan kok tidak elok ya. pernah ga kamu merasa gitu? gaenak kalo cuma pesen kopi aja, gaenak kalo cm pesen dikit. akhirnya aku ngemil, ini cemilanku

malah di kasih teh tawar anget segelas lagi. baik banget ya. nasi 1/2 dan kikil dan kopi kutebus 12k. lha pas kopinya jadi, bis rombongannya udah mau nyampe. namanya juga idup. mau dikeluhkan bisa, tapi baiknya disyukuri aja.

sugeng weekend, mas the weekend. salam dari lido untuk semua pembaca.

bogor, 18 april 2026

nihan lanisy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *