
assalamualaikum. beberapa menit sebelum masuk 1 ramadhan, bulan penuh berkah jika ingin terberkahi. di meja burjonan berkursi 6 ini, saya menuliskan tulisan yang penuh kasih sayang untuk diriku sendiri dan para pembaca. semoga semua selalu dalam naungan, payungan, tembokan, dan pelukan sehat dan berkah.
jiwa, dusya dalam bahasa rusia kata google, terperangkap di dalam diri. jiwa yang sedih maupun bahagia, bersemayam di masing raga. nanti pada saatnya, raga habis tenaganya tak berjiwa dan tak bermakna lagi di dunia ini.
jadilah salih, sesuai kemampuan kita. salih bukan terus harus berpeci, bergamis, bersajadah, bertulisan arab, ber-ber-ber-lainnya. jadilah salih alyas baik, kepada diri dan semesta yang melingkupi. jangan dikasih gula yang berlebih, mosok setiap hari minum es teh manis 10 gelas. menyakiti, tersakiti, sakit. jadilah baik semampu kita. tak perlu ditakar karena semua ini rasa dan niat.
puasa diawali niat. tergantung niatnya, ada yang niat jadi sakti, ya jadilah sakti. ada yang niat lomba sama temennya, ya jadilah pemenang lomba. ada yang tidak punya niat, ya jadilah sesuai niatnya yang tiada. semoga ramadhan besok berisi niat-niat baik dan memperbaiki ntuk semakin mesra denganNya, meski semakin ingin dekat ujiannya pun pasti semakin banyak.
teringat pertanyaan seorang sobat hindu yang belum pernah puasa. rasanya puasa gimana sih? ya lapar dan haus. tapi ada apa dibalik semua lapar haus dan menahan hawa nafsu ini? disitulah letak manusia sebagai ulul albab berada. berpikir.
kopi saya sudah tersaji, begitu pula nasi telurnya. saya sudahi dulu. selamat berproses bersama segala pergulatan hidup dan naik-turun keimanan kita. jangan lupa makan, karena disamping puasa ada juga kewajiban memberi kebaikan pada tubuh. wareg dan bertumbuh. kosong dan diisi.
maafkanlah semua yang leluhur dan pendahulu kita lakukan. jadilah kita yang sekarang.
Jogja, 17 Februari 2026
Nihan Lanisy
Leave a Reply