Khutbah Terakhir

Sebagai Muslim, kerinduanku terhadap Nabi Muhammad SAW tumbuh pelan-pelan. Aku tidak dibesarkan dilingkungan yang banyak bershalawat secara bersama-sama. Sosok Nabi Muhammad SAW datang pelan-pelan sekali dalam hidupku sampai saat ini pun masih berproses. Dalam hati kecilku, kurawat pertanyaan, siapa sih Nabi Muhammad? Kok bisa ada seseorang diagung-agungkan oleh jutaan orang di dunia ini, dan dalam kalam-kalamNya, Tuhan pun mengagungkan.

Melompat ke khotbah atau ceramah yang disampaikan oleh Rasulullah SAW, membawaku pada kerinduan yang dalam. Dimana terdapat poin-poin yang menegaskan banyak hal. Masih sering kubayang-bayangkan aku ada disana, mendengarkan dan melihat secara langsung kejadian itu. Dimana semua diingatkan tentang hal-hal penting yang ternyata pesan-pesan terakhir beliau sebelum meninggalkan warisan yang indah: Islam.

Entah mengapa, Islam yang diajarkan secara penerapan kadang bisa 180derajat berkebalikan di dunia ini. Islam mengajarkan kesetaraan dan saling menghargai, tapi masih jamak dijumpai (jumpanya terbanyak di media sih, yang bad news is good news) bahwa ada yang Berislam dan merasa lebih tinggi dan harus dihargai tanpa perlu menghargai yang lain. Islam itu melindungi minoritas. Islam itu tidak menyerang sebelum diserang. Islam itu penuh kasih dan penuh sayang. Islam itu bukan agama kekerasan, tak ada agama yang menyuruh untuk kekerasan dan violence, hanya mungkin penafsirannya yang membuat seperti itu.

Tapi apapun itu, semua orang berproses. Islam sebagai bajunya seorang muslim punya pola yang beda-beda. Ada yang batik, kemeja, kaos oblong, dan sebagainya. Semoga Allah senantiasa tunjukan cara terbaik untuk menjadi diri terbaik di dunia ini. Bukan untuk jadi paling baik, namun untuk bisa menebarkan benih-benih kebaikan yang pohonnya bakal dituai generasi yang mendatang. Menjadi muslim adalah menjadi petani, jangan sampai salah tanam benih. Buang kebencian, buang amarah, buang dendam, dan simpan tenang.

Semoga selamat dan sehat selalu menjadi gelar yang menyertaimu, disini hujan deras, bakal dingin. Semoga hangat. Semoga Allah menghangatkan.

Pondok Cabe, 27 Februari 2026
Nihan Lanisy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *