
Tempat makan ini ga jauh dari rumahku, tapi gapernah terpikirkan untuk makan disitu. Namanya Sambal Lalap. Tapi piringnya Angkringan Jogja, #pitikih.
Saya baru tau waktu makan kemarin kalau istri saya cukup punya kenangan dengan Sambal Lalap, khususnya yang di Madiun. Saat masa-masa koas-nya dulu, dia dan teman-temannya cukup sering makan Sambal Lalap.
Ada 1 menu yang selalu ia pesan, namanya Leter. Kependekan dari Lele Terbang. Lele kecil yang ditepungin jadi agak kelihatan besar. Dan ternyata menu itu ada juga di Bogor, namanya juga rumah makan terstandar ya hihi. Menu termurah disitu. Cocok untuk ibu-ibu mahasiswa ngirit ngepris waktu itu hehe.
Istriku mau pesen lele terbang, untuk ngirit bin nostalgia. Aku bilang, pesan yang lain saja, nostalgianya lain kali aja. Membahagiakan istri, rejeki ga akan kemana-mana, kembali berlipat ganda. Begitu kata istri saya, namun saya yakini juga. tapi bukan yakiniku ya.
Betapa waktu berlalu, ekonomi naik turun, kehidupan senantiasa bergerak. Lele terbang masih ada menawarkan diri dengan harga dibawah 20k.
Sambal Lalap tidak mau kehilangan segmen pasar 20k, nice try. Semoga sampai kapanpun kita semua masih dianugerahi lidah yang makan rasa dengan penuh syukur bukan makan harga dan gengsi. Salam leter.
Depok, 15 Juli 2026
Nihan Lanisy
Leave a Reply