Menginap di Putri Duyung Resort, Ancol

Dalam satu acara Retreat FE UT, saya bisa mengamati banyak hal.

Pertama, bis pariwisata yang disewa untuk berangkat dari Pondok Cabe ke Ancol. Konfigurasi kursinya 2-3 dengan kapasitas mungkin sekitar 60 penumpang sepertinya. Yang menarik, jaman sekarang TV bis bisa dikasih fungsi casting dari HP, jadinya seru bisa karaoke dari Youtube (bisnya ada Mic-nya). Kemarin menggunakan Anycast dan harus install app EZCast di Android. Karena jarak dekat, supirnya cuma 1, tanpa kernet. Waktu pulang saya duduk di kursi kernet, salah satu kursi terlega, dibanding kursi-kursi lain di bis.

Kedua, kami melakukan kegiatan Outbound yang dipandu oleh teman-teman dair Jakarta Outbound. Saya mengamati pentingnya bisa Icebreaking yang memecah kekakuan, mereka menggunakan skema Halo-Hai dan Hai-Halo dengan sering. Kemudian menggunakan jokes-jokes supaya cair. Dan yang pasti, tim-tim outbound seperti itu punya stok games yang banyak sekali, kayaknya ngga habis-habis kalo disuruh bikin permainan hehe.

Ketiga, kegiatan selain outdoor dilakukan di Ballroom. Menggunakan 1 panggung di depan, yang jarang digunakan karena mungkin jaraknya terlalu jauh (MC dll berada di bawah panggung). Setting tablenya U-Shape. Namun dengan kapasitas sebesar itu, Musholanya sangat kecil, saya tidak bisa membayangkan betapa tidak lancarnya acara kalau solatnya harus ganti-gantian. Ada lagi buah yang sudah tidak segar bau dan rasanya, alhamdulillah setelah komplain diganti dengan potongan yang baru.

Keempat, malam harinya ada hiburan organ tunggal dan 1 biduan yang siap bernyanyi. Saya mengamati cara bermain mas organ tunggal, ternyata beberapa lagu sudah ada bank lagunya, jadi tinggal nambah-nambahin melody.

Kelima, kamar yang kami dapat nomer 83 di Penyu. Jadi ini resort, dimana enak untuk menyepi, merenung, dan mencari ketenangan, Resort tidak cocok untuk orang yang mau jalan-jalan di tempat lain. Resort itu yang tujuannya resort itu, jadi mau ke indomaret jauh, mau ke wahana lain jauh. Akhirnya kita terasa seperti terkurung. Itulah resort. Belakang kamar kami ada semacam danau, yang ada tulisannya Welcome to Ancol. Kelihatan juga dari kamar kami tulisan PIER (entah itu coffeeshop/bar/restoran).

Putri Duyung Resort, buat saya, cukup asik. Cuma untuk pelayanannya, waktu saya ada disana, ada beberapa yang perlu ditingkatkan. Misal, waktu sarapan tidak ada yang clean-up meja, sehingga piring-piring kotor menumpuk. Lalu kolam renang yang bentuknya seperti ujung kapal titanic juga kotor, warna airnya hijau.

Buat saya sih semuanya asik, karena saya tidak terlalu suka dilayani. Biasa saja, sama-sama manusia. Meskipun kita sudah mbayar hehehhe.

Alhamdulillah

Bogor, 28 Juni 2022
Nihan Lanisy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *