Mengurus Buku Nikah Hilang

Kata pak polisi dan KUA namanya akte nikah, bukan buku nikah. Ternyata bener waktu aku baca di bukunya tulisannya Akte Nikah. Kemane aje lu wkwk.

Sebuah pengalaman yang cukup merepotkan, setelah pencarian bertahun-tahun lebih tapi ya jangan dibayangkan mencari setiap hari ya hehe, buku nikah tetap tidak ketemu. Sayangnya selama itu saya tidak kepikiran mencari opsi untuk membuat buku nikah lagi, ternyata konten di IG dan Youtube resmi dari KUA-KUA seindonesia banyak tentang hal ini. Kehilangan adalah hal yang wajar. Tengah bulan Februari ini kakakku akad, aslinya aku dan istriku kepikiran untuk ikutan sekalian akad lagi biar dapat buku nikah lagi hehe untung ga dilakuin dan masih hanya tersimpan dalam imajinasi kita.

Prosesnya begini:

Minta surat keterangan hilang ke kepolisian. Saya nikah di KUA Bogor Utara jadi saya urus di Polsek Bogor Utara juga. Saya gatau ini wajib apa engga polseknya satu wilayah sama KUA-nya, yang jelas yang wajib adalah mengurusnya di KUA tempat kita dicatatkan nikahnya. Datang aja ke kantor polisi dan minta surat keterangan hilang, alhamdulillah free tanpa bayaran dan pungli kemarin di Polsek Bogor Utara.

Kemudian saya ke KUA, syarat yang dibutukan di KUA Bogor Utara adalah

  1. Surat keterangan hilang polisi 1x
  2. FC KK 1x
  3. FC KTP suami 1x
  4. FC KTP istri 1x
  5. Pas foto latar belakang biru ukuran 2×3: suami 2pcs, istri 2pcs. Fotonya boleh baru atau dari file waktu nikah dulu. Saya pake yg file gondrong waktu nikah dulu wkwk.
  6. Materai 10.000 = 2 lembar
  7. Kalau ada fotokopi atau scan dari buku nikah lama silahkan dibawa untuk mempermudah pencarian data.
  8. Mengisi form permohonan yang disediakan KUA.

Materainya satu dipake untuk di formulir, yang satu saya serahkan kepada KUA. Nanti yang akan terbit adalah duplikat akta nikah (bukan akta nikah asli yang baru) dan permohonan saya hanya akan diterbitkan 1 buku untuk bersama suami&istri. Katanya tadi bisa minta 1 lagi tapi 1-2 bulan setelahnya, ada masa tunggunya. Karena yang bertugas hari ini tidak masuk maka akan di kabari via WA besok/lusa kata beliau. Alhamdulillah berjalan lancar, semoga samavva hehe. Tidak ada pungutan juga di KUA tadi, alhamdulillah. 2013 saya dipungut sertifikat, yang katanya ga wajib tapi harus diambil, pitikih #punkly.

Setelah ini masih ada kehilangan-kehilangan lain yang harus diurus: paspor dan sertifikat tanah. mantap bukan? hidup hanyalah tentang merelakan dan menghadapi masalah, sebab manusia tanpa masalah adalah orang mati hehe.

Oya, saya ini sebenernya orang yang punya trauma dan sebel kalo harus ke kantor-kantor pemerintahan. Tapi saat ini saya rubah mindset saya, dari awal mau berangkat saya buat pikiran saya positif, tidak berprasangka, dan siap menghadapi apa saja dengan tenang dan sabar. Eh yang ada malah dilayani dengan baik, ndak ada yang galak dan nyebelin seperti dulu kala. Pikiran saya yang positip atau emang pelayanan di dunia pemerintahan sudah semakin baik?

Bogor, 25 Februari 2026
Nihan Lanisy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *