Menjadi Firaun Kecil

Firaun di kisahkan sebagai orang yang sombongnya ga ketulungan. Udah sombong, bengis lagi, curang lagi, pokoknya diborong semua sifat-sifat buruk dari cerita-ceritanya.

Firaun merasa bahwa dunia miliknya, hidup akan selalu makmur dan semau dia. Sampai-sampai dia lupa hakikat dan kodrat bahwa semua ini adalah kesementaraan yang sangat mudah Tuhan hancurkan. Membalik kehidupan seseorang adalah sebuah hobi dan kemudahan bagiNya.

Barangkali di bulan ramadhan ini perlu kita renungi, dimalam-malam yang panjang dan penuh berkah. Apakah kita sudah jadi firaun-firaun kecil sekarang? Dengan segala nikmat yang diberikan kita jadi sombong dan merasa hidup kedepan adalah selalu aman tentram dan beriisi enak-enak saja. Apakah kita siap untuk diuji? Dikasih sayangi dengan ujianNya dengan segala hal yang sedang tidak terjadi sekarang.

Semua itu mungkin bagi Allah. Semoga Allah naikan derajat kita dan semoga kita semua senantiasa tidak pernah sombong dengan berhenti berdoa dan memohon padaNya. Rasakan sekali lagi pertanyaan ini, apakah kita adalah firaun kecil itu?

Rasakan.

Kaya adalah ujian. Miskin adalah ujian. Moderat adalah ujian. Semua adalah ujian. Dikasihi dan disayangi lewat ujian. Semua orang sama, yang membedakan adalah ketaqwaannya, dalam suatu text yang mungkin pernah sama-sama kita baca. Puitis.

Bogor, 25 Februari 2026
Nihan Lanisy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *