Mungkin Kamu Mau Tau

Ada satu hal yang berulang-kali aku rapalkan: hapus malumu.

Dalam konteks yang baik, menghapus malu akan membuka banyak kesempatan dan ruang belajar baru. Malu untuk melakukan hal-hal buruk dan tak terhormat, tentu harus selalu ditekankan. Tapi apakah aku harus malu untuk menghubungi seseorang? apakah harus malu memposting karya kita? apakah harus malu menampakan ketidaktauan kita? apakah harus malu bilang “aku gapunya duit”? tadi itu contoh-contohnya saja.

Bagi yang mengikuti @jonoterbakar dan story WA saya, mungkin akan jengah setiap hari melihat ada promosi entah itu Jonotify, tulisan di blog ini, ataupun yang baru-baru ini sketsawajahtidakmirip.com. Setiap hari, insyaAllah saya posting dimanapun berada.

Yang tak terlihat, saya bisa jadi sedang DM orang yang kenal maupun tak kenal. Sekedar menyapa. Atau kadang promo tentang sesuatu yang mungkin doi atau temannya butuhkan.

Mengapa saya melakukan itu semua? Apakah saya tidak malu? Ya sebetulnya malu. Enakan diam, seperti mitos, tidak ngapa-ngapain tapi sukses dunia akhirat. Tapi kehidupan membuat kita harus keluar dari zona nyamnyam.

Terkait promosi, kalau bukan kita sang pengelola produk, lalu siapa lagi? Kalau produknya bermanfaat akan ada trickledowneffect #bajiguristilahe ke word of mouth #wistobatlenganggoistilah. Maka dari itu, meskipun kalian bosan ataupun jengah atau bahkan mungkn mengumpat di belakangku karena selalu promosi dan posting sesuatu yang kuyakini penting, itu akan terus kulakukan.

Fokus kepada yang merespon baik, dan “iyain aja deh” kepada orang yang ngomong miring tentang kita dan kelakuan kita. Orang gila itu tidak gila, dipikirannya sendiri.

Jadi, lepaslah urat malumu jika itu bisa membuatmu bertumbuh, bermanfaat, dan menjadi lebih bermakna. Stay mitos dan anonymous untuk membuatmu menjadi permata di dasar lautan yang akan ditemukan oleh kapal karam.

Saya sendiri kadang mengkategorikan saya semi-spammer. Suka posting di WAG ataupun japri terkait produk2 baru/lama yang saya punya. Dan tau ga? Kadang dari yang tak terduga, kita menemukan diri kita atau produk kita bermanfaat. Tugas manusia cuma berusaha, biar Tuhan mengetarkan algoritma dunianya. Woyoooo.

Singsot sik, bersama Mas Yuli. Selama niat kita baik, insyaAllah persepsi buruk yang hadir adalah fatamorgana di gurun sahara saja. InsyaAllah.

Pondok Cabe, 5 Desember 2023
Nihan Lanisy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *