musik pelan pelan

warung pelan-pelan adalah sebuah tempat yang dikelola sebagai koperasi di bilangan Mangkuyudan, Yogyakarta. Saya berkesempatan di suatu sore ikut menyumbangkan suara saya lewat Jono Terbakar pada acara Musik Pelan-Pelan. Bersama Mo, Madha Soentoro, dan Tuan Sendiri. Mereka semua bawa istrinya, bahkan Tuan Sendiri istrinya ikut nyanyi di musikalisasi puisi Acep Zamzam Noor yang bagus banget di bawah ini

Tanpa pengeras suara, tanpa panggung yang bingar, dan banyak tanpanya. Syahdu sekali mendengarkan karya teman-teman lain. Waktunya pas, tempatnya pas, penontonnya pas.

Yang mau saya garisbawahi, adalah justru cerita-cerita kami tentang alm. Jon Kastella. Ternyata kami semua kenal sama Om Jon. Ada yang pernah rekaman bareng, nongkrong bareng, dan bareng-bareng lainnya.

Om Jon, bahkan lama setelah kepergiannya, masih banyak meninggalkan kenangan. Kenangan baik-baik yang salah satunya adalah semangatnya dalam tampil. Penampilan tanpa pamflet, tanpa penonton, dan tanpa tepuk tangan. Om Jon, yang paling saya ingat saat saya dulu sempat main di Ruang Putih Bandung, datang terlambat sekali. Acara sudah hampir atau bahkan sudah selesai, saya trenyuh didatangi Om Jon yang ternyata rumahnya di Jatinangor, agak jauh dari venue saat itu.

Kami ngobrol-ngobrol, terus yang saya ingat dia terus main gitar dan bernyanyi meskipun acara sudah selesai. Baginya sepertinya tak penting panggung formal itu, dunia hari-hari adalah panggungnya.

Mungkin itu kenapa jiwa itu disebut spirit. Spirit atau semangatnya masih terus ada meskipun raganya tak lagi disini. Doa terbaik untukmu Om Jon Kastella, sampai ketemu lagi suatu saat.

Bogor, 8 Juli 2026

Nihan Lanisy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *