makhluk cahaya

Dalam kegelapan abadi, acintyasunyata, dalam sebuah gua di Purworejo, berlampau tahun yang lalu, kutarik pelajarannya kini

  1. Manusia adalah makhluk cahaya. Di dalam gelap abadi ia segera ingin bertemu cahaya.
  2. Makhluk asli disitu telah lama berkubang dalam kegelapan. Beberapa kulitnya beradaptasi/berevolusi menjadi transparan. Kelelawar sama, tidak jadi transparan, mereka memang makhluk kegelapan.
  3. Setitik cahaya sangat terlihat dalam gelap abadi. Sebuah jepretan lampu foto, bagaikan sebuah oase di padang kering.
  4. Secara otomatis, dalam kegelapan manusia akan mencari cahaya. Instingtif.

Dari situ, aku mulai paham bahwa orang jahat bisa jadi baik dan orang baik bisa menjahati. Sesuatu yang terang bisa menggelap dan sebaliknya pula. Dalam putih ada hitam dan dalam hitam ada putih. Dan sejatinya kita semua mau terang, namun takdir dan nasib selalu mengarahkan ke gelap-gelap kita untuk kemudian bisa menafsirkan cahaya, dalam besar atau kecil skala. Alhamdulillah, segala puji hanya bagi Sang Maha Penyayang yang menyayangi kita dengan banyak tanya di dunia ini.

Bogor, 22 Juli 2026

Nihan Lanisy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *