Mikirke Pikiran

matahari bulat, tidak digoreng dan tidak dadakan

Pada suatu hari, seseorang berkata padaku “kalau lewat terowongan exit tol Bogor itu, hati-hati dan baca bismillah. Ada yang sering ganggu apalagi mulai habis magrib, makanya sering kecelakaan disitu. Cewe”.

Kata-kata itu membekas. Aku terima sebagai peringatan dalam rangka kasih sayang kepadaku. Namun ada satu hal menarik yang terjadi, setiap lewat sini jadi was-was, seperti lusa malam saat jam 23.10 saya lewat situ.

Ada pikiran seperti rasanya serem lewat situ. Atau bagaimana kalau ternyata cewe itu nanti menampakan dirinya yang sejatinya tak kasat mata. Atau bagaimana kalau nanti ada pengendara lain yang tak waspada dan oleng di depanku. Tapi semuanya tak terjadi, itu hanya ada di alam duga-duga dan pikirku saja.

Sebermulanya pikir, mempengaruhi tindak dan tanduk. Ditarik mundur lagi, ada kata-kata yang masuk, semacam sugesti jika kita percayai. Ini semua sangat psikologis dan logispsiko. Disisi lain membuat otak menjadi waspada, disisi lain ada ketakutan yang menemani juga.

Apa pelajaran dari ini semua? Gaada sih hehe

Cuma mungkin pertama, saya atau kita harus lebih berhati-hati ngomong ke orang lain. Sebab apa yang kita omongkan bisa jadi berpengaruh pada kehidupannya. Jika kita tak tau, jangan bilang kita tau. Jika kita tak yakin, jangan meyakinkan orang lain juga.

Kedua, perubahan pikir atau mindset perlu dilatih. Saya merasa agak sulit menghilangkan pikiran tentang “cewe” di terowongan itu. Meskipun kenyataannya memang tak pernah ada dalam hidup saya. Tapi gimana ya? Seperti pola berulang saat bulan purnama saya pun sakit, dari sudut pandang metafisik memang ada sesuatu, tapi jika direnungkan lagi, saat-saat sakit adalah saat banyak main HP. Tengkuknya kemeng bosq hehe. Melawan logika dengan logika lain, main-main pikir aja kita.

Pada akhirnya, semuanya ringan jika dipasrahkan padaNya. Kita semua hanya orang bodoh yang tak tau apa-apa, yang diberi tau hanya secuil punyaNya aja. Yang dekat dan mudahpun tak akan pernah diketahui, jika izinNya tidak hadir. Mungkin beda dengan kita yang memaksa mau tau, gilalah kita. Tak perlu kita pikirkan yang tak perlu kita pikirkan, diucapkan mudah dilakukan agak susah. Tapi bisa, selama pikiran berkata bisa. Sebab, menerima adanya “cewe” yang tak terlihat dan tak teraba saja bisa, tentu saja menghilangkannya ada caranya. Carane piye ya Allah?

Wkwk

Bogor, 12 Juli 2025
Nihan Lanisy

2 responses

  1. perbanyak aktifkan fikiran

    1. ๐Ÿ‰๐Ÿ‰๐Ÿ‰

Leave a Reply to nihan Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *