Terimakasih Rolanda Sasongko (maestro biola) dan Rai Ikhwan (maestro contra bass) yang sudah mengajakku menikmati Cinere dengan santai. Nyempil di sebuah deret, ada sebuah warkop yang mengingatkanku pada warmindo atau burjonan di Jogja. Mas-nya kupanggil aa’ tapi ternyata orang jawa, yasudahlah gapapa ya.

Disitu kita mengobrolkan banyak hal. Lebih tepatnya saya pingin tau banyak hal dari teman-teman, walaupun mungkin saya juga kebanyakan bicaranya. Bagaimana Rolanda dan Sokhi bisa tur ke La Reunion Island, yang cukup membagongkang. Pasalnya pulau ini milik Perancis tapi letaknya di Afrika di sebelah Pulau Madagascar. Pusing ga lu? #a6

Rai juga sedang rekaman albumnya Rangkai, cerita tentang bagaimana setelah bergabung dengan label. Ternyata ada seru tidak serunya, dan bagaimana 100 panggung gratis Rangkai terfafifukan sampai sekarang.

Namanya ngobrol pasti seru, dan saya bisa sampai tengah malam kalau diajak ngobrol. Tapi di Jabodetabek ini, kota-kota yang terlalu bising dan penuh sampai saat ini di hatiku, justru menyadarkanku makna pulang. Ke rumah, untuk istirahat dan istrirahat, Ada anak-istri yang perlu dihidupi, bukan hanya skena skuni saja. Sehabis ngobrol, perlu 1,5 jam untuk sampai rumah. Thanks.

Pondok Cabe, 21 Februari 2023
Nihan Lanisy