Ambon-Namlea-Namrole PP

14-18 Juni 2023 yang lalu, saya melakukan perjalanan PP ke Ambon-Namlea-Namrole untuk pemantauan mahasiswa yang mengambil MK Pemberdayaan Masyarakat (MKPM) UT. MKPM ini semacam KKN jika di kampus konvensional (kampus kami PJJ – Pendidikan Jarak Jauh).

Namlea dan Namrole itu nama kota di Pulau Buru. Namlea adalah ibu kota Kabupaten Buru, sedangkan Namrole adalah ibu kota Kabupaten Buru Selatan, yang baru mekar sekitar tahun 2015.

Dari Jakarta, tidak ada penerbangan langsung/direct ke Namlea/Namrole. Saya naik garuda pukul 09 dan sampai sekitar pukul 15.00 WIT. Perjalanan sekitar 3 setengah jam naik pesawat sampai Ambon.

Dari Ambon, kalau mau ke Namlea dan Namrole ada 2 opsi: naik kapal atau naik pesawat. Saya kemarin naik pesawat ke Namlea. Pesawatnya pagi sekitar jam 7.30, harganya 1juta +-, waktu tempuh 35-40 menit. Pesawatnya ATR-72, baling-baling sehingga tidak ada bagasi gratis, sebisa mungkin barang bawaan secukupnya bisa dibawa naik ke atas. Pengalaman saya berangkat dan pulang naik pesawat ini tidak full capacity penumpangnya, sekitar 1/2nya saja. Sehingga untuk menaruh barang disamping kita jadi lebih fleksibel.

Dari Bandara Namniwel, Namlea, saya naik ojek motor. Saya kira dekat, ternyata sekitar 30km ke pusat kota Namlea. Harga yang ditawarkan 150k, saya tawar 80k mau, walaupun pada akhirnya saya kasih 100k karena tidak tega karena jauh juga hehe. Kenapa dari bandara saya ke pusat kota Namlea (Simpang Lima)? Karena saya mau naik angkutan dari pangkalannya di Simpang Lima, Namlea ke Namrole.

Angkutannya baru jalan kalau penumpang sudah penuh, atau barang titipan sudah penuh. Saya menunggu 3 jam sampai akhirnya angkutan berangkat dengan 5 penumpang dan 1 barang. Harganya 250k/orang sampai Namrole. Jarak yang ditempuh 125km melewati banyak gunungan dan beberapa jalan rusak/longsor. Waktu tempuh sekitar 3-4 jam. Tapi kemarin 3 jam saja karena lancar.

Akhirnya sampai di Namrole. Jadi angkutan ini ada pangkalananya, baik di Namlea ataupun Namrole. Di Namrole pangkalannya di sebelah Pasar Namrole. Kita bisa janjian sama supirnya atau naik saja salah satu mobil, tapi menunggu penumpang penuh atau supirnya mau berangkat.

Saat pulang dari Namrole ke Namlea, saya menunggu lebih lama lagi. Dari jam 9 pagi saya tunggu, baru berangkat pukul 15.00. Untung saya menunggunya di penginapan, jadi santai bisa sambil istirahat.

Tiga jam kemudian, saya sudah sampai di Simpang Lima, Namlea. Saya diantar sampai penginapan.

PR selanjutnya adalah ke Bandara Namniwel, Namlea. 30km naik motor dalam cuaca musim timur (mendung dan hujan terus) tampaknya bukan ide bagus. Saya janjian saja dengan Bang Tason (supir angkutan PP Namlea-Namrole). Beliau minta 200k untuk antar ke Bandara, karena dari Bandara ke Kota dia akan pulang kosong. Saya tawar 150k bisa, dan berangkatlah kita.

Saya naik pesawat lagi dari Bandara Namniwel, Namlea ke Bandara Pattimura, Ambon. 35 menit sudah sampai. Untuk info, pesawat Ambon-Namlea cuma ada 1 dioperasikan oleh Wings Air. Jadi pesawat berangkat pukul 7.30 pagi, kemudian sampai di Bandara Namniwel, tidak lama kemudian pukul 8.55 pagi pesawat sudah terbang lagi pulang ke Ambon. Begitulah sehari-hari pesawat itu bergerak. Harga tiketnya 1jt +-.

Sebetulnya, ada opsi pesawat Ambon-Namrole yang dioperasikan oleh Trigana Air. Sayangnya pembeliannya tidak tersedia secara online di aplikasi-aplikasi. Pembelian bisa offline di bandara atau kontak ke Trigana Air untuk booking.

Tapi kalau saya dari Ambon ke Namrole naik pesawat, ada dua hal yang terlewat. 1) Tidak lewat Namlea, dimana nenek buyut saya riwayatnya meninggal, dan tidak mengalami pengalaman ke-Namlea-an dan 2) Bisa jadi pesawat tidak terbang, karena bandara bisa banjir dan bulan 6-9 adalah musim timur dimana hujan tak henti-henti dan angin sedang super tidak sepoi saja.

Singkat cerita saya sampai di Ambon lagi. Begitulah cerita pulang pergi Ambon-Namlea-Namrole. Singkatnya. Ambon ke Namlea PP naik pesawat, Namlea ke Namrole PP naik angkutan yang berangkatnya semau supirnya.

Angkutan sebetulnya bisa di charter. Penawarannya 1.5juta sekali jalan. Tapi waktu itu saya tawar 1juta OK, 1juta PP jika tidak ada penumpang lain OK juga. Teman di UT Ambon sempat charter angkutan dari Namrole-Namlea harganya 1juta. Ada juga tawaran 700k sekali jalan Namrole-Namlea. Jadi harga bisa ditawar, tergantung season sedang peak atau tidak dan pinter-pinternya kita nego. Yang perlu diingat, beberapa supir ada yang domisilinya Namlea maupun Namrole. Beberapa kangen pulang ke rumahnya, jadi pasti pulang. Saat itu mungkin adalah saat yang tepat untuk menawar harganya hehe.

Nanti saya update kontak-kontak yang bisa teman-teman hubungi ya untuk trasnportasi di 3 kota ini:

COMING SOON

Insyaallah semua baik-baik, tidak ngetok harga dan bisa diajak ngobrol serta nego.

Untuk opsi kedua, kapal Ambon-Namlea dan Ambon-Namrole saya belum pernah naik. Tapi infonya, ada setiap malam (kecuali cuaca sedang tidak bersahabat). Harganya sekitar 160-180k sekali jalan. Berangkat jam 21.00, sampai jam 04.00 pagi

Pondok Cabe, 23 Juni 2023
Nihan Lanisy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *